Sabtu, 08 Juni 2013

Solusi Mendeteksi Kerusakan Ring Piston

Solusi mendeteksi kerusakan ring piston – Performa mesin adalah salah satu perhatian penting para pengendara. Paling enak, begitu gas diinjak dapur pacu mobil merespon dengan amat maksimal. Pengendara pasti mengeluh bila mesin terasa tak bertenaga. Bukan hanya karena mesin payah, tapi praktis gejala semacam ini juga menunjukkan konsumsi bahan bakar yang boros.

Solusi mendeteksi kerusakan ring piston

Pada umumnya, salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah adanya kebocoran kompresi mesin. Kompresi yang normal akan menghasilkan tenaga mesin yang maksimal. Kompresi menjadi tidak normal ketika terdapat kebocoran. Kebocoran dapat menyebabkan kompresi mesin menurun sehingga output yang dihasilkan mesin pun kecil.


Diantara beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan kebocoran adalah kerusakan pada ring piston. Komponen yang terletak di dalam mesin ini dapat tergores (aus), atau kotor. Hubungan antara kondisi ring piston dan kebocoran mesin sangat kuat mengingat ring piston memegang peranan penting dalam menjaga kerapatan antara piston dan dinding silinder.

Dengan kerapatan ini, ring piston akan mencegah terlalu banyaknya campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang oli. Ini perlu dicegah karena bila terlalu banyak masuk ke ruang oli, akan menyebabkan tekanan kompresi mesin menurun.

Kali ini saya akan memberikan Ulasan tentang bagaimana Solusi mendeteksi kerusakan ring piston dan Solusi Penanganannya.

Untuk mengetahui tingkat keausan ring piston, dapat dilakukan dengan dua cara :

Dari kompresi ruang bakar

Dilihat dari adanya asap putih yang keluar dari saluran buang alias knalpot. Tapi, itu jika sudah parah keausannya.

Bila belum terlalu  parah anda harus menggunakan metode yang pertama. Tentunya, dibantu dengan alat khusus untuk mengukur kompresi. Yaitu, compression tester. Selain itu, anda juga butuh pelumas alias oli mesin.

Cara menggunakan compression tester yaitu :


  • Sediakan oli mesin. Tak perlu banyak, tapi cukup setengah sendok makan saja.
  • Ukur lebih dulu kompresi awal mesin dengan menggunakan compression tester. Nantinya, angka ini menjadi patokan buat melihat terjadinya keausan atau tidak. Setelah diukur, misalnya kompresi mesin menunjukan angka 16 psi.
  • Kemudian masukan oli yang sudah disiapkan tadi melalui derat lubang busi di kepala silinder.Tapi jangan terlalu banyak karena fungsi oli ini hanya untuk menutup celah-celah longgar diantara ring piston yang terdiri dari ring kompresi dan ring oli itu dengan linner. Dengan tertutupnya celah, maka tekanan alias kompresi menjadi padat.
  • Setelah oli dimasukkan, lalu ukur kembali kompresi dengan menggunakan compression tester. Setelah dapat angka terbaru, bandingkan dengan kompresi awal sebelum diberikan oli. Naik atau tetap sama.

Demikian ulasan mengenai solusi mendeteksi kerusakan ring piston, Semoga bermanfaat.

http://mendeteksi.com/

0 komentar:

Poskan Komentar